Jumat, 10 Juli 2020

3.4 Tugas Layanan Manajemen Sistem Informasi

4. Bagaimana cara melakukan testing untuk Volume Data / isi Hardisk pada server, berikan contoh

RAID (Redundant Array of Independent Disks) adalah teknologi yang menggabungkan beberapa HDD (bisa 2, 3, 4,  dst) menjadi satu dan terbaca sebagai 1 harddisk. Ada istilahnya RAID 0, RAID 1, RAID 1+0, RAID 2 dst yang akan menentukan jenisnya.
Sebagai perbandingan, bila sistem operasi yang digunakan adalah windows, maka drive pada RAID yang muncul hanya C saja. Beda halnya jika konfigurasi RAID tidak digunakan maka drive yang muncul adalah C, D dan E atau bahkan lebih (satu drive untuk satu harddisk) tergantung berapa banyak harddisk yang digunakan.
Tujuan RAID sendiri sebenarnya cuma ada 3, yaitu kecepatan data (stripping), keamanan data (mirroring) maupun keduanya.
Awalnya RAID hanya digunakan untuk server saja, dimana keamanan data & kecepatan sangat mutlak diperlukan. Dan untuk membuat konfigurasi RAID ini awalnya perlu RAID card tersendiri yang harganya sangat mahal. Namun beberapa tahun terakhir Intel menyelipkan fasilitas RAID controller kedalam chipset ICHxR mereka sehingga RAID bisa dinikmati oleh user lewat onboard controller pada motherboard.

RAID 1
Biasa disebut dengan modus mirroring. Membutuhkan minimal 2 harddisk. Sistemnya adalah menyalin isi sebuah harddisk ke harddisk lain dengan tujuan: jika salah satu harddisk rusak secara fisik, maka data tetap dapat diakses dari harddisk lainnya.
Contoh:
Sebuah server memiliki 2 unit harddisk yang berkapasitas masing-masing 80GB dan dikonfigurasi RAID 1. Setelah beberapa tahun, salah satu harddisknya mengalami kerusakan fisik. Namun data pada harddisk lainnya masih dapat dibaca, sehingga data masih dapat diselamatkan selama bukan semua harddisk yang mengalami kerusakan fisik secara bersamaan.

3.3 Tugas Layanan Manajemen Sistem Informasi

3. Bagaimana cara melakukan testing untuk Security Data pada server, berikan contoh

Security Testing adalah teknik pengujian untuk menentukan jika sistem informasi melindungi data dan mempertahankan fungsi sebagaimana dimaksud. Dengan melakukan pengujian keamanan, Security Testing tidak menjamin bahwa sistem aman tetapi penting untuk menyertakan keamanan pengujian sebagai bagian dari proses pengujian. Hal ini juga bertujuan di memverifikasi 6 prinsip-prinsip dasar sebagai berikut:
  • Kerahasiaan
  • Integritas
  • Otentikasi
  • Otorisasi
  • Ketersediaan
  • Bebas-penyangkalan
ContohJejak keamanan di aplikasi berbasis web yang melibatkan langkah-langkah yang kompleks dan berpikir kreatif tetapi, attimes tes sederhana seperti di bawah ini dapat membantu mengekspos risiko keamanan paling parah. Berikut adalah tes keamanan sangat dasar yang siapa pun dapat melakukan pada aplikasi web:

  1. Login ke aplikasi web menggunakan user dan password yang sah.
  2. Keluar dari aplikasi web.
  3. Klik tombol kembali browser. Pastikan jika Anda diminta untuk login lagi atau jika Anda dapat kembali ke halaman login lagi.

3.2 Tugas Manajemen Layanan Sistem Informasi

2. Bagaimana cara melakukan testing untuk Membackup Data pada server, berikan contoh

Proses backup dalam teknologi informasi mengacu pada penyalinan data, sehingga salinan tambahan tersebut bisa digunakan untuk mengembalikan (restore) setelah peristiwa kehilangan data. Backup sangat berguna terutama untuk dua tujuan yaitu untuk memulihkan keadaan setelah bencana (disaster recovery) dan untuk mengembalikan beberapa file yang sengaja dihapus atau rusak. 66% pengguna internet telah kehilangan data yang serius. Konsistensi data dalam proses backup harus dijaga sebelum melakukan backup data. Mengecek konsistensi data dengan membandingkan data pada struktur direktori dengan data pada blok. Lalu, apabila ditemukan kesalahan maka program backup akan mencoba memperbaiki. Pengecekan kekonsistenan data inilah yang disebut dengan Recovery.

Contoh :

 BACK UP adalah suatu proses memindahkan atau menyalin kumpulan informasi (data) yang tersimpan di dalam hardisk komputer yang biasanya dilakukan dari satu lokasi/perangkat ke lokasi/perangkat lain. Guna BACK UP database ialah :
  1. Apabila ingin melakukan pemindahan database ke dalam server baru dikarenakan hardware rusak atau kegagalan sistem.
  2. Berguna untuk cadangan apabila terdapat serangan virus atau hacker.

3.1 Tugas Manajemen Layanan Sistem Informasi

1.  Bagaimana cara melakukan testing untuk merecovery Data pada server, berikan contoh

Data recovery atau pemulihan data adalah proses penyelamatan (retrieving) data yang tidak dapat diakses, hilang , rusak atau terformat dari penyimpanan sekunder, media removable atau file, bila data yang tersimpan didalamnya tidak dapat diakses dengan cara biasa. Data paling sering disimpan dari media penyimpanan seperti harddisk drive internal atau eksternal hdd, ssd, flash drive USB , kaset magnetic , dvd, cd, subsistem raid, dan perangkat elektronik lainnya. Pemulihan data mungkin diperlukan karena kerusakan fisik pada perangkat penyimpanan atau kerusakan logis pada system berkas yang mencegahnya dipasang oleh system operasi induk.

Hal Pemulihan data yang paling umum melibatkan kegagalan system operasi, kerusakan perangkat penyimpanan, kegagalan logis perangkat penyimpanan, atau mungkin penghapusan data yang tidak disengaja, dll. Dalam hal ini tujuan utamanya adalah untuk menyalin semua file penting dari media yang rusak ke media baru lainnya. Ini dapat dilakukan dengan mudah menggunakan live CD, yang banyak diantaranya menyediakan sarana untuk memasang drive system dan drive cadangan atau memindahkan file dari drive system ke media back-up dengan file manager / perangkat lunak authoring cakram optic. Kasus seperti ini seringkali dapat dikurangi dengan cara partisi disk secara konsisten untuk menyimpan file data berharga.

Contoh :

EaseUS Data Recovery Wizard adalah software pemulihan untuk Windows yang mendukung file, partisi, dan pemulihan data secara lengkap.

EaseUS Data Recovery Wizard memecahkan semua masalah kehilangan data – dari mulai memulihkan file yang dikosongkan dari recycle bin atau hilang karena software crash, hardisk yang diformat atau rusak, serangan virus, kehilangan partisi, dan alasan lain yang tidak diketahui di Windows, ia memulihkan data dari partisi diformat dengan nama dan jalur penyimpanan yang asli.

Jumat, 27 Maret 2020

1.3 Tugas Manajemen Layanan Sistem Informasi

3. Sebutkan Dan Jelaskan Kerangka Kerja Manajemen Layanan Sistem Informasi !

      1. Information Technology Infrastructure Library (ITIL)
Information Technology Infrastructure Library atau biasa disingkat dengan ITIL yaitu merupakan serangkaian suatu konsep dengan teknik pengembangan, pengolahan infrastuktur dan operasi Teknologi Informasi (TI). ITIL sendiri merupakan terbitan dalam suatu rangkaian buku yang membahas suatu  topik pengolahan TI. Serta sebutan ITIL sendiri dan Information Technology Infrastructure Library merupakan suatu merek dagang terdaftar dari OGC (Office of Government Commerce).

      2.Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT)
Control Objectives for Information and Related Technology yaitu merupakan audit suatu sistem informasi dan dasar dari pengendalian yang dibuat oleh ISACA (Information Systems Audit and Control Association) dan ITGI (IT Governance Institute).

3. PRM-IT  IBM’s Process Reference Model for IT

4. Software Maintenance Maturity Model

5. Application Services Library (ASL)
Aplikasi Layanan Perpustakaan (ASL) yaitu merupakan suatu kerangka kerja yang mempunyai suatu domain publik dari praktik terbaik yang digunakan untuk standarisasi proses dalam Aplikasi Manajemen, disiplin  dalam memproduksi dan memelihara sistem informasi dan aplikasi. Istilah perpustakaan ini dipergunakan karena ASL disajikan sebagai satu kumpulan atau set buku yang mendekripsikan praktek-praktek terbaik dari industri TI.

      6. Business Information Services Library (BISL)
ASL BISL merupakan suatu lembaga yang mengontrol BISL. Kerangka kerja ini mencerminkan standar untuk proses dalam manajemen informasi bisnis di strategi, manajemen dan operasi tingkat.

7. Microsoft Operations Framework (MOF)
Microsoft Operations Framework (MOF) 4.0 adalah merupakan sekumpulan arahan yang mempunyai tujuan yaitu membantu teknologi informasi (TI) profesional menerapkan serta menetapkan suatu  layanan yang hemat biaya dan juga handal.

8. eSourcing Capability Model  for Service Providers (Escm-sp) dan eSourcing Capability
Model for Client Organizations (eSCM-CL) dari ITSqc for Sourcing Management

 eSCM-SP yaitu merupakan suatu kerangka kerja yang dikembangkan oleh ITSqc. eSCM-SP yaitu merupakan praktek terbaik di dalam model kemampuan dengan tiga tujuan yaitu:
·Untuk memberikan sebagai penyedia layanan bimbingan yang akan membantu mereka meningkatkan kemampuan di seluruh sourcing siklus hidup
·Untuk menyediakan klien dengan cara yang obyektif serta yang akan mengevaluasi kemampuan penyedia layanan
·Untuk menawarkan penyedia layanan standar untuk dipergunakan saat membedakan diri dari para pesaing yang ada.

1.2 Tugas Manajemen Layanan Sistem Informasi

2. Sebutkan Dan Jelaskan Metode yang digunakan dalam Manajemen Layanan Sistem Informasi dan Contohnya !

1. Six Sigma
Yaitu merupakan suatu alat manajemen baru yang digunakan untuk mengganti TQM, sangat berfokus terhadap suatu pengendalian kualitas dengan menekuni sistem produksi suatu perusahaan secara keseluruhan. Memiliki tujuan yaitu untuk, memangkas waktu buatan produksi, menghilangkan cacat produksi, dan menghilangkan biaya

2. Total Quality Management (TQM)
TQM adalah merupakan sebuah strategi manajemen yang berguna untuk menanamkan sebuah kesadaran kualitas pada semua proses dalam suatu organisasi.

3. Capability Maturity Model Integration (CMMI)
Capability Maturity Model Integration yaitu merupakan suatu pemahaman atau pendekatan perbaikan proses dengan unsur-unsur penting proses efektif bagi organisasi.

4. Business Process Management (BPM)
Business Process Management yaitu merupakan sebuah metode penyesuaian secara efisien serta efektif dalam suatu organisasi dengan keinginan dan kebutuhan pada suatu organisasi. BPM merupakan suatu pendekatan dengan manajemen holistic untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi bisnis seiring upaya untuk mencapai inovasi, fleksibilitas dan integrasi dengan teknologi.

1.1 Tugas Manajemen Layanan Sistem Informasi

1. Apa yang anda ketahui tentang Manajemen Layanan Sistem Informasi dan sebutkan contohnya !

Manajemen Layanan Sistem Informasi adalah manajemen melakukan atau melaksanakan pelayanan dalam suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. 

Contoh : ITIL atau Information Technology Infrastructure Library adalah suatu rangkaian dengan konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI). ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan (TI). Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Commerce (OGC) Britania Raya.


  1. Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT)
COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology) merupakan audit sistem informasi dan dasar pengendalian yang dibuat oleh Information Systems Audit and Control Association (ISACA) dan IT Governance Institute (ITGI) pada tahun 1992.